Hidayat Nur Wahid Apresiasi Kunjungan Santri di Kompleks Parlemen Jakarta

Hidayat Nur Wahid (Kedua dari kiri), saat menerima peserta Wisata Pendidikan santri Pondok Pesantren Darut Taqwa Ponorogo di Gedung Nusantara V Komplek Parlemen Jakarta, Selasa, 14 Februari 2023.
Hidayat Nur Wahid (Kedua dari kiri), saat menerima peserta Wisata Pendidikan santri Pondok Pesantren Darut Taqwa Ponorogo di Gedung Nusantara V Komplek Parlemen Jakarta, Selasa, 14 Februari 2023.

Bahkan kebiasaan itu terus berlanjut saat Ia meneruskan pendidikannya di Universitas Madinah.

“Ikutilah semua kegiatan di pondok dengan tekun dan senang hati. Jangan dimaknai sebagai kegiatan yang membosankan atau malah membebani" ungkap anggota DPR RI Dapil Jakarta II meliputi luar negeri, Jakarta Pusat dan selatan.

"Semua itu akan menjadi tabungan positif dan memberi makna dan pelajaran bagi profesionalitas perjalanan hidup kita dikemudian hari,” menambahkan.

Selain pengalamannya pribadi, HNW juga menyampaikan beberapa partisipasi para santri yang sudah dilakukan di ranah Legislatif.

Seperti lahirnya UU tentang pesantren pada tahun 2019. UU tersebut kini menjadi payung hukum bagi seluruh ponpes di Indonesia.

Dan menjadikan pesantren sebagai entitas pendidikan yang legal, sebagaimana lembaga pendidikan lainnya.

“Kalau tidak ada orang-orang pesantren di DPR siapa yang akan membuat UU ini. Terbukti setelah itu ada penandatanganan dana abadi pesantren oleh presiden untuk peningkatan kualitas santri. Sekalipun realisasinya tetap harus dikawal lagi,” kata Hidayat lagi.

Di lingkungan fungsi dan tugas MPR, kata Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, ini mengungkapkan keberadaan santri berkontribusi menghadirkan Ayat 3 dari Pasal 31 UUD NRI Tahun 1945, tentang Pendidikan.

Pasal 31 Ayat 3, itu berbunyi, pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan UU.

“Ini penting agar pelaksanaan pendidikan nasional kita selaras dengan tujuan kemerdekaan, ideologi Pancasila dan nilai-nilai luhur yang menyertainya yang menghadirkan kecerdasan berbasiskan iman, takwa dan akhlak yang mulia" ucap HNW.

Selanjutnya 1 2 3 4
Penulis:

You have not selected any widget for this sidebar.

Baca Juga