Sandec Sahetapy, LMKN Targetkan 50 Miliar Hingga Akhir Tahun 2022

TIMESLINE- Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) yang memiliki tugas dan kewenangan mengumpulkan royalti di bidang musik kini memiliki ketua umum baru. Ketua LMKN saat ini dipimpin oleh Dharma Oratmangun, mantan ketua PAPPRI 2 periode. Dia dan jajarannya akan bekerja selama 3 tahun ke depan untuk periode 2022- 2025.

Sandec Sahetapy dari LMK Pelari Nusantara mewakili unsur Hak Cipta dan Henry Noya dari LMK Prointim mewakili Hak Terkait dipercaya sebagai Pelaksana Harian (PLH) LMKN.

Menariknya, di bawah kepemimpinan Dharma Oratmangun, ada kesepakatan pengumpulan royalti atas lagu dilakukan dengan sistem satu pintu. Selain itu, Dharma juga memastikan proses pengumpulan royalti akan dilakukan secara transparan dan semua pendapatannya akan diberi tahu secara terbuka ke 11 LMK untuk kemudian didistribusikan kepada mereka yang memiliki hak.

Dharma Oratmangun mengatakan, LMKN di bawah kepemimpinannya memiliki waktu 5 bulan ke depan untuk bekerja sebaik mungkin memaksimalkan pendapatan dari royalti dengan mengedepankan semangat edukasi kepada para pengguna sekaligus adanya ketegasan dengan pendekatan persuasif dan humanis. Dia pun menargetkan dalam 5 bulan ke depan dapat mengumpulkan dana dari royalti sekitar Rp 50 miliar.

"Karena kondisi perekonomian terpulihkan dengan adanya penanganan pandemi yang baik oleh pemerintah, terhitung bulan Agustus hingga akhir Desember nanti, kami targetkan antara Rp 35 miliar sampai Rp 50 miliar," kata Dharma saat ditemui di bilangan Setiabudi Jakarta Selatan, Selasa (26/7).

Dharma menekankan agar PLH dapat bekerja secara maksimal menjadikan pengguna musik sebagai sahabat untuk mendorong ekosistem lebih baik. Selain itu, LMKN juga mengedepankan edukasi kepada para pengguna tentang pentingnya membayar royalti. Menurutnya, dibandingkan di luar negeri, royalti di Indonesia masih terbilang murah.

"Karena kita masih dalam proses transisi dari pandemi menuju endemi, butuh perlakuan bijak dalam mengumpulkan royalti. Kalau pengusaha sehat, pasti industri akan sehat dan akan memberikan royalti lebih baik kepada pemilik hak," katanya.

Sementara itu, Sandec Sahetapy selaku Pelaksana Tugas Harian LMKN mengatakan, pihaknya menargetkan royalti yang akan terkumpul di tahun depan mencapai sekitar Rp 150 miliar. Angka tersebut dinilai cukup realistis seiring aktivitas ekonomi masyarakat sudah kembali normal.

"Kami berharap kerjasama dari 11 LMK bahu membahu mewujudkan kepentingan royalti musik kita agar dapat memberikan manfaat untuk Pencipta, Pemegang Hak Cipta dan pemilik Hak Terkait dengan ditariknya royalti dari pengguna secara profesional, akuntabel dan transparan," kata Sandec yang juga dikenal sebagai pejuang Revolusi Transparansi Royalti Musik Indonesia.

Ketua LMKN saat ini dipimpin oleh Dharma Oratmangun dan akan bekerja selama 3 tahun ke depan untuk periode 2022- 2025.

Penulis:

You have not selected any widget for this sidebar.

Baca Juga